Bahlil Sebut Lotte Chemical Bakal Perluas Pabrik Petrokimia Cilegon

Jumat, 07 November 2025 | 10:14:46 WIB
Bahlil Sebut Lotte Chemical Bakal Perluas Pabrik Petrokimia Cilegon

JAKARTA - Pabrik petrokimia baru PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) resmi beroperasi di Cilegon, Banten, setelah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 6 November 2025. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan proyek ini menjadi bagian dari rencana ekspansi perusahaan asal Korea Selatan di Indonesia.

Lahan 110 Hektare Siap Dikembangkan Lebih Lanjut

Dari total lahan 110 hektare, saat ini pabrik baru memanfaatkan 70 hektare. Sisanya akan digunakan untuk pengembangan investasi lebih lanjut. Bahlil menegaskan, Lotte berencana menambah kapasitas dan memperkuat produksi di Indonesia.

Investasi Rp63–64 Triliun Jadi Salah Satu Terbesar di Asia Tenggara

Proyek new ethylene menelan investasi Rp63–64 triliun, menjadikannya salah satu pabrik petrokimia terbesar di Asia Tenggara. Nilai ini menunjukkan komitmen besar Lotte terhadap pengembangan industri petrokimia nasional.

Tantangan Lahan dan Pandemi Covid-19

Pembangunan sempat terkendala kepemilikan lahan 2,3 hektare dan pandemi Covid-19. Namun dengan bantuan Satgas Hilirisasi, progres proyek kembali berjalan hingga 65% pada 2024, dan pabrik siap beroperasi komersial pada Oktober 2025.

Pabrik Dapat Tekan Impor Migas dan Tingkatkan Ekspor

Bahlil menyatakan pabrik ini bisa mengurangi impor migas Indonesia hingga US$1,4 miliar (Rp23,42 triliun) dan memproduksi produk hilirisasi senilai US$2 miliar per tahun. Dari nilai tersebut, US$1,4 miliar untuk substitusi impor dan US$600 juta untuk ekspor.

Kapasitas Produksi Bahan Baku dan Produk Hulu

Pabrik mengolah naphtha 3.200 kTA dan gas minyak cair (LPG) 1,2 juta ton. Produk hulu meliputi:

Ethylene: 1.000 kTA

Propylene: 520 kTA

Mixed C4: 320 kTA

Pyrolysis gasoline: 675 kTA

Pyrolysis fuel oil: 26 kTA

Hydrogen: 45 kTA

Produk Hilir Siap Mendukung Industri Nasional

Produk hilir mencakup:

HDPE: 250 kTA

LLDPE: 200 kTA

Polypropylene (PP): 350 kTA

Butadiene: 140 kTA

Raffinate: 180 kTA

BTX (Benzene, Toluene, Xylene): 400 kTA

Produk ini menjadi bahan baku pembuatan botol plastik, kabel, bumper mobil, peralatan medis, ban, karet sintetis, pembasmi serangga, dan cat.

Integrasi dengan Pabrik PE Tingkatkan Efisiensi Produksi

Fasilitas baru terintegrasi dengan pabrik polietilena (PE) berkapasitas 450.000 ton yang telah beroperasi, memperkuat posisi Indonesia dalam industri petrokimia global sekaligus menekan ketergantungan impor.

Manfaat Ekonomi dan Lapangan Kerja

Selain mengurangi impor, pabrik membuka peluang kerja dan pengembangan teknologi lokal. Bahlil menekankan, Lotte akan melibatkan tenaga kerja lokal dan meningkatkan kapasitas SDM di sektor petrokimia.

Momentum Penting bagi Hilirisasi Industri Petrokimia

Peresmian ini menandai kemajuan signifikan bagi industri petrokimia nasional. Dengan kapasitas produksi besar dan rencana ekspansi, proyek ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan nilai tambah ekspor, dan memperkuat rantai nilai global Indonesia.

Terkini