JAKARTA - Pergerakan arus balik Lebaran 2026 di jalur utama Pulau Jawa menunjukkan tren yang semakin terkendali. Setelah sempat padat pada puncaknya, kini lalu lintas di ruas Tol Trans Jawa mulai melandai, menandakan fase akhir arus balik telah terlewati.
Kondisi ini memberikan sinyal positif bagi kelancaran perjalanan para pemudik yang kembali ke kota asal, khususnya menuju Jakarta. Penurunan kepadatan ini juga menjadi indikator bahwa distribusi kendaraan sudah semakin merata di berbagai ruas tol utama.
Indikator V/C Ratio Tunjukkan Lalu Lintas Mulai Normal
PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyebut pergerakan arus balik Lebaran 2026 hingga Minggu, 29 Maret 2026, pada KM 414 hingga KM 70 Tol Trans Jawa telah melandai.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono, menjelaskan bahwa kondisi tersebut didasarkan pada hasil pemantauan Volume-to-Capacity (V/C) ratio di sejumlah ruas tol.
“V/C ratio yang telah kami perhatikan dari seluruh ruas, pertama dari KM 414 Kalikangkung V/C ratio masih 0,3; Palikanci V/C ratio 0,28. Kemudian, Cipali 0,22 dan Cikatama 0,36,” katanya.
“Atas pertimbangan itu berarti sudah melandai pergerakan arus balik sejak dari 414 sampai dengan KM 70,” katanya menambahkan.
Nilai V/C ratio yang relatif rendah menunjukkan bahwa kapasitas jalan masih mampu menampung volume kendaraan dengan baik, sehingga kemacetan dapat diminimalkan.
Sebagian Besar Kendaraan Sudah Masuk Jakarta
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa hingga Minggu, pukul 22.00 WIB, sebanyak 2,9 juta kendaraan telah memasuki Jakarta.
“Artinya sudah 86 persen dan sampai dengan jam 10 tadi terhitung jumlah kendaraan yang masuk 166.000,” katanya.
Data tersebut menunjukkan bahwa mayoritas pemudik telah kembali ke wilayah Jabodetabek. Dengan persentase yang sudah mencapai 86 persen, arus balik diperkirakan akan segera berakhir dalam waktu dekat.
Jumlah kendaraan yang terus bergerak menuju Jakarta juga menjadi indikator penting dalam memetakan sisa arus lalu lintas yang masih berlangsung.
Pemantauan Lalu Lintas Masih Terus Dilakukan
Adapun untuk total kendaraan, ia mengatakan bahwa jumlah akan terus diperhitungkan sampai dengan Senin, pukul 06.00 WIB.
Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh data pergerakan kendaraan dapat tercatat secara akurat, sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam pengelolaan arus mudik dan balik di masa mendatang.
Selain itu, data tersebut juga penting sebagai dasar pengambilan kebijakan jika diperlukan rekayasa lalu lintas tambahan di sisa periode arus balik.
Arus Balik Menuju Fase Akhir dan Kondisi Lebih Terkendali
Dengan kondisi lalu lintas yang mulai landai, arus balik Lebaran 2026 dapat dikatakan telah memasuki fase akhir. Kepadatan yang sebelumnya terjadi di sejumlah titik kini berangsur berkurang, sehingga perjalanan menjadi lebih lancar.
Situasi ini mencerminkan efektivitas pengelolaan lalu lintas selama periode Lebaran, termasuk koordinasi antara operator jalan tol, kepolisian, dan pemerintah.
Ke depan, tren melandainya arus kendaraan ini diharapkan terus berlanjut hingga seluruh pemudik kembali ke tujuan masing-masing dengan aman dan nyaman.