JAKARTA - Pabrik petrokimia baru PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) resmi beroperasi di Cilegon, Banten, setelah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 6 November 2025. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan proyek ini menjadi bagian dari rencana ekspansi perusahaan asal Korea Selatan di Indonesia.
Lahan 110 Hektare Siap Dikembangkan Lebih Lanjut
Dari total lahan 110 hektare, saat ini pabrik baru memanfaatkan 70 hektare. Sisanya akan digunakan untuk pengembangan investasi lebih lanjut. Bahlil menegaskan, Lotte berencana menambah kapasitas dan memperkuat produksi di Indonesia.
Investasi Rp63–64 Triliun Jadi Salah Satu Terbesar di Asia Tenggara
Proyek new ethylene menelan investasi Rp63–64 triliun, menjadikannya salah satu pabrik petrokimia terbesar di Asia Tenggara. Nilai ini menunjukkan komitmen besar Lotte terhadap pengembangan industri petrokimia nasional.
Tantangan Lahan dan Pandemi Covid-19
Pembangunan sempat terkendala kepemilikan lahan 2,3 hektare dan pandemi Covid-19. Namun dengan bantuan Satgas Hilirisasi, progres proyek kembali berjalan hingga 65% pada 2024, dan pabrik siap beroperasi komersial pada Oktober 2025.
Pabrik Dapat Tekan Impor Migas dan Tingkatkan Ekspor
Bahlil menyatakan pabrik ini bisa mengurangi impor migas Indonesia hingga US$1,4 miliar (Rp23,42 triliun) dan memproduksi produk hilirisasi senilai US$2 miliar per tahun. Dari nilai tersebut, US$1,4 miliar untuk substitusi impor dan US$600 juta untuk ekspor.
Kapasitas Produksi Bahan Baku dan Produk Hulu
Pabrik mengolah naphtha 3.200 kTA dan gas minyak cair (LPG) 1,2 juta ton. Produk hulu meliputi:
Ethylene: 1.000 kTA
Propylene: 520 kTA
Mixed C4: 320 kTA
Pyrolysis gasoline: 675 kTA
Pyrolysis fuel oil: 26 kTA
Hydrogen: 45 kTA
Produk Hilir Siap Mendukung Industri Nasional
Produk hilir mencakup:
HDPE: 250 kTA
LLDPE: 200 kTA
Polypropylene (PP): 350 kTA
Butadiene: 140 kTA
Raffinate: 180 kTA
BTX (Benzene, Toluene, Xylene): 400 kTA
Produk ini menjadi bahan baku pembuatan botol plastik, kabel, bumper mobil, peralatan medis, ban, karet sintetis, pembasmi serangga, dan cat.
Integrasi dengan Pabrik PE Tingkatkan Efisiensi Produksi
Fasilitas baru terintegrasi dengan pabrik polietilena (PE) berkapasitas 450.000 ton yang telah beroperasi, memperkuat posisi Indonesia dalam industri petrokimia global sekaligus menekan ketergantungan impor.
Manfaat Ekonomi dan Lapangan Kerja
Selain mengurangi impor, pabrik membuka peluang kerja dan pengembangan teknologi lokal. Bahlil menekankan, Lotte akan melibatkan tenaga kerja lokal dan meningkatkan kapasitas SDM di sektor petrokimia.
Momentum Penting bagi Hilirisasi Industri Petrokimia
Peresmian ini menandai kemajuan signifikan bagi industri petrokimia nasional. Dengan kapasitas produksi besar dan rencana ekspansi, proyek ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan nilai tambah ekspor, dan memperkuat rantai nilai global Indonesia.